Mengurai PROPER sebagai Program Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan bagi Perusahaan

Pada penghujung tahun 2022, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyelenggarakan kegiatan anugerah penghargaan PROPER. Penghargaan PROPER diberikan kepada sejumlah perusahaan yang berhasil meraih penilaian taat (compliance) dan melebihi ketaatan (beyond compliance) terkait pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) sendiri merupakan evaluasi kinerja penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Berdasarkan SK.1299/MENLHK/SETHEN/KUM.1/12/2022 tentang Hasil Penilaian PROPER 2021-2022, didapati 3.200 perusahaan menjadi peserta dengan rincian 1.180 dari agroindustri, 1.356 dari manufaktur prasarana jasa, dan 664 dari pertambangan energi migas. Lebih lanjut, hasil penilaian PROPER menunjukkan sebanyak 51 perusahaan berperingkat emas, 170 perusahaan berperingkat hijau, 2.031 perusahaan berperingkat biru, 887 perusahaan berperingkat merah, 2 perusahaan berperingkat hitam, dan 59 perusahaan dikenakan penegakan hukum/tidak beroperasi/ditangguhkan.

Kriteria dan Tingkatan PROPER

Dalam pelaksanaannya, terdapat 2 kriteria penilaian PROPER yaitu:

1. Penilaian taat (compliance);
– Persyaratan dokumen lingkungan dan pelaporannya
– Pengendalian pencemaran air
– Pengendalian pencemaran udara
– Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
– Pengendalian pencemaran air laut
– Potensi kerusakan lahan

2. Penilaian melebihi ketaatan (beyond compliance);
– Penerapan sistem manajemen lingkungan
– Usaha efisiensi energi
– Usaha penurunan emisi
– Usaha konservasi air dan penurunan beban pencemaran air limbah
– Implementasi Reduce, Reuse, Recycle (3R) terhadap limbah B3 dan limbah padat non B3
– Upaya perlindungan keanekaragaman hayati
– Program pengembangan masyarakat

Selanjutnya, terdapat 5 tingkatan dalam PROPER yaitu:
1. Emas
Perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup lebih dari yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan.
2. Hijau
Perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup lebih dari yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku.
3. Biru
Perusahaan telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
4. Merah
Perusahaan yang upaya pengelolaan lingkungan hidupnya dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
5. Hitam
Perusahaan melakukan perbuatan atau kelalaian yang menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan.

Kriteria dan tingkatan PROPER tersebut ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dari 33 Provinsi, serta Dewan Pertimbangan yang terdiri dari unsur akademisi dan tokoh masyarakat.

 

Tujuan dan Manfaat Penerapan PROPER

Menurut Mutu Institute, terdapat setidaknya 4 tujuan dari diadakannya PROPER yaitu:
1. Mendorong pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang khususnya lingkungan hidup
2. Menumbuhkan kesadaran para pelaku usaha atau perusahaan
3. Mendorong masyarakat berperan aktif dalam meningkatkan penataan pengendalian dampak lingkungan
4. Menekan dampak negatif kegiatan perusahaan terhadap lingkungan

Selanjutnya, menurut Indonesia Environment & Energy Center setidaknya terdapat 5 manfaat yang akan diperoleh bagi perusahaan dari adanya PROPER yaitu:
1. Meningkatkan citra dan reputasi perusahaan di mata publik dan investor
2. Meminimalisir potensi konflik terkait kerusakan dan pencemaran lingkungan
3. Menjadi benchmark untuk mengukur kinerja perusahaan
4. Mendapatkan pengakuan dan pembinaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pengelolaan lingkungan
5. Meningkatkan kesadaran perusahaan dalam menaati peraturan perundangan-undangan terkait lingkungan hidup

Keberhasilan PROPER dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup

Berdasarkan publikasi Anugerah PROPER 2022 KLHK, capaian PROPER dalam pengelolaan lingkungan hidup secara umum mencakup:
– Penurunan emisi gas rumah kaca: 112.886.542,35 CO₂e
– Efisiensi energi: 469.263.022,00 GJ
– Efisiensi air: 326.624.455,05 m³
– 3R limbah non B3: 10.442.808,52 Ton
– 3R limbah B3: 25.264.063,89 Ton
– Pencemaran beban pencemaran: 33.012.532,44 Ton
– Penurunan emisi konvensional: 11.920.687,73 Ton
– Konservasi keanekaragaman hayati: 111.006 Ha (luasan), 8.194.890 Tanaman (jumlah flora), 1.623.769 hewan (jumlah fauna)

Lebih lanjut dalam hasil PROPER 2022, terdapat 872 jumlah inovasi dan 255 perusahaan yang melaksanakan penilaian daur hidup (Life Cycle Assessment/LCA). Salah satu perusahaan yang sukses melaksanakan PROPER yaitu PT Pupuk Sriwidjaja/Pusri Palembang dengan mendapatkan peringkat emas.

Dalam laporan yang ada, PT Pupuk Sriwidjaja/Pusri Palembang berhasil melakukan efisiensi energi melalui program ACES 21 yang mengurangi pemakaian energi sebesar 2.485.340,56 GJ, penurunan emisi melalui program menaikkan efisiensi pemakaian gas fuel reforming dari 37 MMBTU/ton amoniak menjadi 32 MMBTU/ton amoniak dengan pemanfaatan gas buang dari ARU dan HRU mereduksi emisi sebesar 406.075,22 Ton CO₂eq, dan pengolahan 3R limbah B3 dengan program merubah jenis batubara ke semi bituminus dengan kalori 4600 s.d 5000 Kcal/kg mereduksi limbah B3 sebesar 2.887,99 ton.

PT Pupuk Sriwidjaja/Pusri Palembang juga menghadirkan program Sehat Sejahtera Pulau Kemaro (Sesera) untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang mengalami masalah kelangkaan air bersih, kemiskinan, gizi rendah, dan lingkungan yang kumuh di Pulau Kemaro Kelurahan Satu Ilir. Adapun output yang dihasilkan yaitu:

– Pendampingan pembuatan kompos, pupuk cair, dan pestisida organik dan budidaya pertanian terpadu zero waste
– Pendampingan instalasi pengolahan air bersih dan air minum
– Pendampingan pemeliharaan fasilitas solar cell

Menurut Kurnia Seruyaningtyas (Director of Operation Enthalphy), PROPER selalu berkembang secara dinamis pada setiap tahunnya dalam menyesuaikan perubahan lingkungan yang terjadi. Kriteria terbaru yang terdapat pada PROPER periode tahun 2022 misal menghadirkan green leadership sebagai komponen tambahan penilaian kinerja perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan. Implementasi dari green leadership itu sendiri berupa pernyataan dan tindakan terkait kesadaran pro lingkungan yang dimulai dari pemimpin, sehingga dalam menyusun kebijakan selalu memperhatikan sustainability pada lingkungannya.

Enthalphy sebagai perusahaan konsultan lingkungan dan energi siap membantu untuk memberikan pendampingan penyusunan dokumen PROPER dengan berbagai macam layanan yang didukung oleh tenaga ahli berpengalaman dan tersertifikasi di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat hubungi email contact@enthalphy.com atau telusuri website www.enthalphy.com.

Share On :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Article

Audit Air

AUDIT AIR Enthalphy siap membantu anda dalam pelaksanaan audit energi dengan menyediakan

Scroll to Top
× How can I help you?