Implementasi Audit Energi dan Audit Air sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Lingkungan Perusahaan

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 1 Tahun 2021 tentang “Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER)” menjadi landasan bagi pemerintah dalam mendorong perusahaan untuk menerapkan sistem manajemen lingkungan yang berkelanjutan, termasuk diantaranya, mengurangi emisi, pengurangan limbah B3, penerapan prinsip 3R pada limbah padat non-B3, konservasi air, penurunan beban pencemar, serta menjaga keanekaragaman hayati, mengembangkan masyarakat, dan meningkatkan respons terhadap bencana.

Dalam rangka mematuhi regulasi ini, perusahaan dituntut untuk memperhatikan berbagai aspek, termasuk efisiensi energi serta konservasi air dan penurunan beban emisi. Selain itu, terdapat regulasi lain yang memperkuat upaya dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan, seperti Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) Nomor 33 Tahun 2023 tentang konservasi energi.

Manajemen Energi dalam Sistem Manajemen Lingkungan

Pengelolaan energi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem manajemen lingkungan perusahaan. PP RI Nomor 33 Tahun 2023 mengatur bahwa pelaksanaan konservasi energi harus dilakukan pada seluruh tahap pengelolaan energi, baik pada sisi hulu maupun sisi hilir. Program konservasi energi harus melibatkan beberapa aspek, seperti manajemen energi, standar kinerja energi dan label tanda hemat energi, pembiayaan konservasi energi, pengembangan usaha jasa konservasi energi, peningkatan kesadaran konservasi energi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta kerja sama di bidang konservasi energi.

Dalam konteks ini, penting bagi perusahaan untuk menunjuk manajer energi yang bertanggung jawab dalam penyusunan program efisiensi energi, pelaksanaan audit energi secara berkala, dan implementasi rekomendasi hasil audit energi.

Identifikasi Peluang Penghematan Energi dan Efisiensi Operasional

Dalam kegiatan audit energi, perhatian utama diberikan pada sistem elektrikal dan peralatan termal-mekanikal perusahaan, terutama pada industri tambang timah dan bijih nikel. Beberapa hal penting yang perlu dianalisis dalam audit energi meliputi peralatan pemanas dan pemantauan, sistem pendinginan, sistem pencahayaan, sistem pengaturan dan pengendalian, insulasi dan segel, serta praktik pengelolaan energi.

Melalui analisis mendalam terhadap aspek-aspek ini, audit energi dapat membantu perusahaan mengidentifikasi peluang penghematan energi, perbaikan efisiensi operasional, dan penerapan teknologi yang lebih efisien. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan konsumsi energi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.

Identifikasi Peluang Penghematan Energi dan Efisiensi Operasional

Dalam kegiatan audit energi, perhatian utama diberikan pada sistem elektrikal dan peralatan termal-mekanikal perusahaan, terutama pada industri tambang timah dan bijih nikel. Beberapa hal penting yang perlu dianalisis dalam audit energi meliputi peralatan pemanas dan pemantauan, sistem pendinginan, sistem pencahayaan, sistem pengaturan dan pengendalian, insulasi dan segel, serta praktik pengelolaan energi.

Melalui analisis mendalam terhadap aspek-aspek ini, audit energi dapat membantu perusahaan mengidentifikasi peluang penghematan energi, perbaikan efisiensi operasional, dan penerapan teknologi yang lebih efisien. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan konsumsi energi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.

Efisiensi Penggunaan Air dan Penurunan Beban Pencemar

Selain audit energi, audit air juga menjadi komponen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan perusahaan. Pada kegiatan audit air, fokus utama adalah pada pengelolaan air limbah, efisiensi penggunaan air, dan penurunan beban pencemar.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam audit air antara lain sistem pemanfaatan air bersih, sistem pengolahan air limbah, fasilitas pengelolaan air limbah, pemantauan kualitas air limbah, dan program konservasi air. Melalui audit air yang komprehensif, perusahaan dapat mengidentifikasi langkah-langkah konkret untuk mengurangi jumlah air limbah, meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan mengurangi beban pencemar. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan keberlanjutan operasi mereka dan memenuhi persyaratan lingkungan yang ditetapkan.

Dampak Positif Audit Energi dan Audit Air terhadap Perusahaan

Melalui audit energi dan audit air, perusahaan dapat memperoleh sejumlah manfaat yang signifikan. Audit membantu perusahaan mengidentifikasi area-area yang memiliki potensi konservasi energi dan air, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi konsumsi energi, melakukan pemantauan baku mutu secara periodik, dan meningkatkan kualitas lingkungan secara keseluruhan. Selain itu, audit juga membantu perusahaan memahami dampak lingkungan dari setiap aktivitas yang mereka lakukan, sehingga dapat mengembangkan program pengurangan emisi karbon yang efektif. Dengan meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, perusahaan dapat mencapai keberlanjutan operasional, meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan memenuhi tuntutan regulasi yang ada.


(Gambar: Tim visitasi Audit Energi dan Audit Air Enthalphy, beserta pihak terkait)

Dalam konteks ini, Tim Audit Energi dan Audit Air Enthalphy telah melakukan visitasi ke salah satu perusahaan tambang timah di daerah Bangka pada hari Selasa (13/06), pukul 13.00 WIB. Tujuan visitasi ini adalah untuk mengidentifikasi potensi penghematan energi dan air, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi dampak lingkungan, dan memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku.

Berdasarkan hasil koordinasi dari Wildan, sebagai Project Manager Audit Air dan Audit Energi Enthalphy, tim visitasi mengadakan pertemuan awal untuk memulai survei teknis di area tambang timah dan biji nikel di daerah Mapur. Setelah itu, tim melanjutkan kegiatan audit dari hari Rabu (14/06) hingga Jumat (16/06), dengan penyelesaian pada pukul 16.30 WIB di dua area tersebut. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak dari HSE Tambang dan bagian smelter.

Wildan menjelaskan bahwa melalui kegiatan audit, perusahaan dapat mengidentifikasi area-area dimana peluang konservasi berpotensi untuk dilakukan, mengoptimalkan penggunaan sumber dayanya, mengurangi konsumsi energi, mengelola baku mutu secara periodik, dan meningkatkan kualitas lingkungan secara keseluruhan. Audit juga membantu perusahaan untuk memahami dampak lingkungan dari setiap aktivitas yang mereka lakukan guna mengembangkan program dalam pengurangan emisi karbonnya.

Kegiatan audit ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan perusahaan. Manajemen energi dan efisiensi air menjadi aspek utama yang perlu diperhatikan dalam sistem manajemen lingkungan. Melalui audit energi, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang penghematan energi, perbaikan efisiensi operasional, dan penerapan teknologi yang lebih efisien.

Sementara itu, audit air membantu perusahaan dalam mengurangi air limbah, meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan mengurangi beban pencemar. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga keberlanjutan operasi mereka, memenuhi persyaratan lingkungan yang ditetapkan, dan berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan secara keseluruhan.

Share On :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Article

Scroll to Top
× How can I help you?