Perusahaan yang menargetkan Peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) perlu mencermati bahwa aspek efisiensi energi memiliki bobot penilaian yang signifikan di antara aspek pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), dengan total nilai maksimal 118 poin. Butir audit energi sendiri menyumbang 10 poin atau 8,47% dari total tersebut.
Setiap klaim penghematan energi yang dilaporkan harus disertai bukti perhitungan yang jelas. Kredibilitas klaim akan semakin kuat apabila program penghematan yang dilaporkan merupakan hasil rekomendasi dari audit energi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
|
1 |
Persiapan & informasi umum |
|
2 |
Survei lapangan & pengukuran |
|
3 |
Verifikasi data |
|
4 |
Kuantifikasi energi |
|
5 |
Analisis peluang konservasi |
|
6 |
Penyusunan laporan |
Melalui audit energi, perusahaan dapat mengetahui profil pemakaian energi setiap unit produksi, mengidentifikasi titik pemborosan, serta menyusun rencana kerja efisiensi yang terukur. Auditor umumnya melakukan observasi lapangan, pengukuran, Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara sebagai bagian dari pengumpulan data primer. Di sisi lain, studi literatur dan telaah dokumen kebijakan menjadi bagian dari pengumpulan data sekunder.
Hasil audit energi inilah yang kemudian menjadi bukti teknis utama saat perusahaan mengikuti penilaian PROPER. Regulator menempatkan audit energi sebagai persyaratan yang harus dipenuhi peserta untuk membuktikan bahwa upaya efisiensi energi memiliki dasar pengukuran yang sahih, sekaligus menentukan kategori peringkat yang dapat dicapai perusahaan.
PROPER merupakan instrumen penaatan lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup, saat ini diatur melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (PermenLH dan BPLH) Nomor 7 Tahun 2025. Terdapat 5 peringkat kinerja yang divisualisasikan sebagai tangga pencapaian dari performa terbaik hingga paling buruk.
|
Peringkat |
Kategori |
Deskripsi Singkat |
|---|---|---|
|
Emas |
Excellence in Environmental Management |
Keunggulan pengelolaan lingkungan, sistem produksi berkelanjutan, tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility / CSR) |
|
Hijau |
Beyond Compliance |
Pengelolaan lingkungan melebihi persyaratan, penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi sumber daya |
|
Biru |
Compliant |
Memenuhi ketaatan terhadap peraturan perundang undangan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan |
|
Merah |
Non Compliant |
Belum memenuhi ketaatan terhadap peraturan perundang undangan |
|
Hitam |
Severe Non Compliant |
Tidak melakukan upaya pengelolaan lingkungan, dapat dikenakan sanksi hukum |
Peringkat Hijau menuntut perusahaan menunjukkan kinerja beyond compliance pada 7 bidang, salah satunya adalah efisiensi energi. Bidang efisiensi energi dalam PROPER Hijau tersusun atas 8 aspek penilaian dan audit energi hadir sebagai salah satu aspek dengan bobot tersendiri yang memiliki rincian kriteria dan penetapan skor yang eksplisit.
Setiap butir memiliki rentang nilai yang jelas sehingga tim penilai memiliki dasar objektif dalam memberikan skor kepada peserta.
|
Aspek Audit Energi |
Kriteria Penilaian |
Rentang Nilai |
|---|---|---|
|
Pelaksanaan audit |
Melaksanakan audit energi dengan laporan paling lama 3 tahun terakhir |
0 – 2 |
|
Tujuan audit |
Laporan mencantumkan tujuan audit |
0 – 1 |
|
Deskripsi fasilitas |
Laporan mencantumkan deskripsi fasilitas yang diaudit |
0 – 1 |
|
Status energi |
Laporan mencantumkan deskripsi status energi saat ini |
0 – 1 |
|
Potensi efisiensi |
Laporan mengidentifikasi potensi efisiensi energi yang dapat dilakukan |
0 – 3 |
|
Rencana kerja |
Laporan memuat rencana kerja efisiensi energi |
0 – 2 |
|
Total nilai maksimal aspek audit energi |
10 poin |
|
Aspek pendukung lain seperti pelatihan dan kompetensi memberikan tambahan nilai hingga 8 poin apabila tim manajemen energi memiliki auditor energi yang telah tersertifikasi. Skor ini kemudian terintegrasi dengan aspek kebijakan, struktur, perencanaan, pelaporan, benchmarking, dan implementasi program. Pengaruh audit energi terhadap nilai akhir efisiensi energi meluas jauh melampaui skor 10 poin pada aspeknya sendiri, karena hasilnya turut menopang aspek penilaian lain yang bobot poinnya lebih besar.
Hasil kuantifikasi audit menjadi pijakan bagi hampir seluruh aspek penilaian efisiensi energi. Kualitas audit akan berdampak berlipat ganda pada nilai akhir yang diperoleh perusahaan.
|
Aspek Lain |
Ketergantungan pada Hasil Audit Energi |
|---|---|
|
Perencanaan |
Rencana strategis efisiensi energi jangka panjang disusun dari potensi hemat hasil audit |
|
Pelaporan |
Data pemakaian energi 4 tahun terakhir bersumber dari pengukuran audit |
|
Benchmarking |
Perbandingan intensitas energi terhadap industri sejenis membutuhkan baseline tervalidasi |
|
Implementasi |
Rasio hasil absolut efisiensi energi dinilai berdasarkan akurasi pengukuran audit |
Perusahaan yang melakukan audit energi dengan tidak tepat akan menghadapi risiko klaim efisiensi yang tidak terverifikasi, potensi penghematan yang tidak teridentifikasi, dan peluang meraih nilai maksimal pada aspek benchmarking akan hilang.
Peran audit energi menuntut pelaksanaan oleh pendamping teknis yang memahami baik standar audit maupun kerangka penilaian PROPER. Perusahaan yang serius menargetkan peringkat hijau membutuhkan mitra profesional yang mampu mengintegrasikan aspek teknis pengukuran dengan persyaratan regulasi secara bersamaan.
Enthalphy menyediakan layanan pendampingan audit energi yang komprehensif untuk mendukung persiapan peringkat hijau PROPER maupun pengelolaan energi internal perusahaan.
|
No. |
Lingkup |
Standar & Regulasi Rujukan |
|---|---|---|
|
1 |
Persiapan perangkat audit dan pengumpulan informasi umum perusahaan |
|
|
2 |
Survei Lapangan (Pengumpulan Data, Observasi dan Pengukuran) a. Pengumpulan Data Sekunder b. Pengumpulan Data Primer
|
|
|
3 |
Verifikasi Data |
|
|
4 |
Kuantifikasi energi spesifik/tidak spesifik |
|
|
5 |
Analisis peluang konservasi dan rekomendasi program efisiensi energi |
|
|
6 |
Penyusunan laporan audit energi |
Output Layanan
Mitra akan menerima laporan audit energi lengkap yang memuat tujuan audit, deskripsi fasilitas, deskripsi status energi saat ini, identifikasi potensi efisiensi energi, rencana kerja efisiensi energi, serta rekomendasi program konservasi. Seluruh output disusun agar siap dilampirkan pada Dokumen Hijau maupun digunakan sebagai basis pengambilan keputusan investasi efisiensi energi.
Raih peringkat hijau PROPER dengan laporan audit energi yang komprehensif!